
APD untuk pekerja marine dan perkapalan harus mampu menghadapi kombinasi bahaya yang unik di lingkungan kerja offshore: permukaan licin akibat air laut, ruang terbatas di engine room, risiko jatuh ke laut, paparan cuaca ekstrem, bahan kimia, dan kebisingan mesin diesel yang tinggi. APD marine yang tepat harus dipilih untuk menghadapi semua kondisi ini sekaligus.
APD marine dan offshore standar internasional? Maduma Safety menyediakan APD Portwest untuk industri perkapalan. Konsultasi via WhatsApp →
Pekerja di kapal, galangan (shipyard), dan fasilitas offshore menghadapi bahaya yang berbeda dari industri darat: permukaan kerja selalu berpotensi licin (air, oli, lumut), ruang kerja sempit dengan banyak sudut tajam dan kepala rendah, risiko jatuh ke laut atau ke dek bawah dari ketinggian, paparan angin kencang dan hujan di dek terbuka, suhu sangat tinggi di engine room vs angin dingin di dek, serta gas berbahaya di ruang terbatas (confined space) seperti tanki muatan dan void space.
APD wajib untuk pekerja marine dan perkapalan mencakup: life jacket sesuai SOLAS, sepatu anti-slip komposit, helm EN 397, sarung tangan tahan kimia & mekanik, coverall tahan panas, respirator P3, harness EN 361, dan pelindung telinga SNR 30+.
Wajib tersedia untuk semua personel yang bekerja di area terbuka dekat air. Life jacket harus memenuhi SOLAS (Safety of Life at Sea) requirements dengan buoyancy minimal 150N untuk kehidupan laut. IMO juga mensyaratkan immersion suit untuk area perairan dingin.
Sepatu untuk lingkungan marine harus memiliki: outsole anti-slip SR yang efektif bahkan pada permukaan basah dan berminyak, water resistant atau waterproof upper, toecap untuk proteksi dari peralatan dan komponen berat, dan tidak mengandung logam (composite) untuk area muster station yang memerlukan insulasi. Portwest FW83 adalah pilihan slip-on S2 FO SR yang banyak digunakan di lingkungan marine bersih, sementara FC19 dan FC18 composite ESD cocok untuk engine room dan area teknikal.
Di galangan (shipyard) dan engine room, kepala pekerja selalu terancam benturan dari struktur rendah dan benda jatuh. Helm safety EN 397 wajib di area konstruksi dan crane swing zone. Bump cap (pelindung kepala ringan) digunakan untuk area kerja rutin yang lebih sempit.
Kombinasi pekerjaan yang umum di perkapalan membutuhkan sarung tangan berbeda: sarung tangan mekanik EN 388 Level D untuk handling tali, rantai, dan komponen kapal; sarung tangan chemical EN 374 untuk pekerjaan cat, solvent, dan bahan kimia pembersih; sarung tangan waterproof untuk pekerjaan di dek basah.
Coverall atau wearpack memberikan proteksi menyeluruh dari percikan, abrasi, dan cuaca. Untuk area mesin (engine room), coverall dengan sertifikasi panas dan oil-resistant direkomendasikan. Untuk dek terbuka, pakaian water-resistant atau high-visibility (hi-vis) sesuai EN ISO 20471 meningkatkan visibilitas dalam kondisi cuaca buruk atau malam hari.
Pekerjaan cat dan sandblasting di galangan menghasilkan aerosol cat dan partikel abrasif yang berbahaya — wajib menggunakan half-face respirator dengan filter P3 + kombinasi filter OV (organic vapour) untuk solvent. Di ruang terbatas (confined space) kapal, protokol entry wajib menggunakan SCBA atau supplied-air respirator setelah pengujian atmosfer.
Pekerjaan di tiang, crane, scaffolding, dan sisi kapal memerlukan full body harness EN 361 dengan lanyard shock absorber. Di galangan, worker at height adalah salah satu risiko kecelakaan terbesar — audit IMO dan Port State Control akan memeriksa ketersediaan dan kondisi peralatan fall protection.
Engine room kapal besar dapat mencapai 100–110 dB(A) — jauh di atas 85 dB ambang batas paparan 8 jam. Earmuff dengan SNR 30+ dB wajib untuk semua personel yang masuk engine room lebih dari 15 menit.
Selain standar APD umum (EN ISO), industri marine memiliki regulasi spesifik: SOLAS (International Convention for the Safety of Life at Sea) mengatur life-saving appliances termasuk life jacket; MLC 2006 (Maritime Labour Convention) mengatur penyediaan APD gratis oleh pemilik kapal; ISM Code (International Safety Management) mengharuskan sistem manajemen keselamatan yang mencakup prosedur APD; dan di Indonesia, PM Perhubungan serta Klasifikasi BKI/ClassNK/ABS mengatur standar keselamatan kapal berbendera Indonesia.
Kami memahami kebutuhan operator kapal, galangan, dan perusahaan offshore: pengadaan dalam jumlah besar dengan konsistensi spesifikasi, pengiriman ke lokasi dermaga atau offshore terminal, dokumen pendukung (CoC, faktur pajak, packing list), dan konsultasi pemilihan APD yang sesuai persyaratan flag state dan class society. Selain APD Portwest, kami juga menyediakan VULKAN marine coupling — komponen mekanikal untuk propulsi kapal. Pelajari lebih lanjut tentang VULKARDAN →
Maduma Safety — Solusi Lengkap untuk Industri Marine Indonesia
APD Portwest + VULKAN Coupling, dari satu distributor resmi.
Hubungi Tim Kami via WhatsApp →
Ya — pekerjaan penyelaman membutuhkan APD spesifik termasuk dry suit, diving helmet, umbilical, dan BIBS (Built-in Breathing System). Hubungi kami untuk kebutuhan spesifik DSV.
Ya — produk Portwest memiliki sertifikasi internasional (CE, EN ISO) yang diterima oleh semua flag state utama dan class society. Kami dapat menyediakan dokumen CoC dalam bahasa Inggris.
Galangan adalah salah satu lingkungan kerja paling beragam bahayanya — grinding, welding, sandblasting, pekerjaan di ketinggian, confined space entry, semua ada. Kami dapat menyusun paket APD lengkap per divisi galangan. Hubungi kami untuk diskusi kebutuhan.
Bisa — untuk pemesanan partai besar, kami dapat membantu proses custom branding (bordir logo, warna korporat) pada wearpack dan hi-vis workwear. Hubungi tim kami via WhatsApp untuk diskusi minimum order dan lead time custom.